Konsep Manajemen Pengelolaan dan Pembiayan Sentra Apung Mangkang Wetan

Konsep manajemen pengelolaan dan pembiayaan Sentra Apung Mangkang Wetan dibedakan menjadi dua yaitu konsep untuk Sentra Apung dan Rusunami, yang terstruktur pada bagan berikut.

Cash Flow BOT

Cash Flow PCP

Cash Flow Ekonomi

Pada konsep BOT perhitungan NPV menunjukkan angka Rp. 31.805.753.310 (positif), BCR menunjukkan angka lebih dari 1 yaitu sebesar 1,32 dan IRR menunjukkan angka melebihi suku bunga yaitu 24%. Sedangkan pada konsep PCP nilai NPV sebesar Rp.112.954.369 (positif), BCR sebesar 1,008 dan IRR sebesar 5,42%. Berdasarkan analisis ekonomi karena memiliki nilai NPV sebesar Rp. 6.110.870.923, BCR sebesar 1,147 dan IRR sebesar 15,14%. Dengan demikian berdasarkan analisis finansial, proyek pembangunan Sentra Apung Mangkang Wetan layak. Payback period konsep BOT tahun ke 9 bulan ke 10, 28 hari. dan payback period konsep PCP tahun ke 18, 1 bulan 16 hari. Berdasarkan analisis-analisis yang telah dilakukan, proyek tersebut layak untuk dilaksanakan. 

Konsep Perancangan "Green Wetropolis"

Bagan Justifikasi Konsep 
Konsep Green Wetropolis merupakan turunan dari konsep meso Sustainable Coastal Development, dari lima indikator Sustainable Coastal Development konsep Green Wetropolis mencakup indikator housing, economy dan community dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di lokasi perancangan dan terjadinya keberlanjutan perkembangan wilayah pesisir. Konsep ini menjawab permasalahan yang terjadi di kawasan pesisir khususnya di lokasi perancangan yakni abrasi tambak, permukiman kumuh, tingkat ekonomi masyarakat yang rendah dan masalah banjir akibat luapan Sungai Bringin. Konsep ini juga memanfaatkan banyaknya lahan tambak yang ada di lokasi perancangan dan banyaknya masyarakat yang bermatapencaharian sebagai buruh tani tambak.
A. Housing
Untuk mengatasi permukiman kumuh di lokasi perancangan, direncanakan rumah susun sederhana milik (rusunami) beserta penyediaan sarana peribadatan, sarana kesehatan dan pengolahan sampah, pembuatan sistem tanggul dan pembuatan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).

B. Economy
Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dengan memproduktifkan kembali lahan tambak yang sempat tidak produktif karena banjir maupun abrasi tambak. Selama ini pada lokasi perancangan belum ada penanganan intensif terkait masalah banjir dan abrasi tambak sehingga dari tahun ke tahun hasil tambak cenderung menurun bahkan pernah tidak menghasilkan apapun dari beberapa tambak yang ada. Dengan beberapa perbaikan tambak yang akan dilakukan dan perencanaan sentra apung diharapkan dapat mendorong kembali produktifitas tambak tersebut. 

C. Community
Keberadaan sentra apung akan menjadi wadah bagi masyarakat setempat untuk mengelola langsung hasil tambaknya. Komunitas yang nanti akan dikembangkan di lokasi perancangan di bagi menjadi 3 komunitas utama yaitu komunitas pengolahan ikan bandeng, komunitas pengolahan udang vannime, komunitas pengelolaan rumput laut dan ikan nila, serta komunitas mangrove.




Urban Design Guidelines Kawasan Sentra Apung Mangkang Wetan